Hipertensi
Dulu aku pikir aku nggak cukup pintar buat hal-hal teknis. Tapi ternyata, itu cuma soal pola pikir yang bisa dilatih.
Banyak sejawat yang bertanya tentang hubungan hipertensi dan mekanisme autofagi. (Kaget juga, dapat pertanyaan dari sejawat. Kirain mereka cuek-cuek saja dengan status-status yang dibuat). Autofagi itu hanya berkaitan dengan metabolisme glukosa sedangkan hipertensi lebih dekat pada regulasi elektrolit.Baiklah saya akan coba jelaskan. Terima kasih atas kehormatan diberi pertanyaan seperti ini.
Berkali saya jelaskan diabetes bukanlah sebuah penyakit. Diabetes dalam perspektif autofagi adalah awal dari proses regenerasi sel tubuh. Sehingga kita harus menjaga agar prosesnya tetap terjaga dan tuntas.
Ada tiga gejala awal yang muncul pada diabetes. Yaitu poliuri (banyak kencing), banyak minum (polidipsi) dan sering lapar (polifagi). Ketiga keluhan tersebut, sebenarnya adalah respons keseimbangan tubuh pada saat terjadinya hiperglikemi, atau peningkatan kadar glukosa darah.
Sayangnya, hal itu juga direspon oleh tubuh sebagai bahaya kekurangan cairan, dehidrasi. Dehidrasi mengakibatkan cairan di dalam pembuluh darah berkurang, hipovolemik. Kondisi hipovolemik ini merangsang tubuh untuk mengaktifkan sistem renin-angiotensin di ginjal. Akibatnya kehilangan cairan bisa dikurangi. Ancaman hipovolemik tidak terjadi.
Jika saat itu cairan pengganti tidak segera diberikan maka akan mengakibatkan sistem renin-angiotensin tetap aktif. Meski pada awalnya sistem renin angiotensin hanya bekerja di tubulus ginjal. Jika asupan cairan pengganti tidak segera diberikan, maka renin-angiotensin akan mempengaruhi seluruh sistem kardiovaskuler. Terjadi peningkatan tekanan darah.
Jika peningkatan darah tersebut tidak juga berkurang maka akan berdampak pada jantung. Beban jantung meningkat bahkan bisa menimbulkan gagal jantung.
Dengan memanfaatkan mekanisme autofagi kita bisa mencegah kondisi tersebut. Pertama, tentu saja dengan diet rendah karbohidrat dan glukosa. Tindakan ini ditempuh agar kadar glukosa tidak meningkat. Dengan turunnya kadar glukosa keinginan untuk kencing (poliuri) berkurang. Kondisi dehidrasi tidak terjadi, hipovolemik dicegah. Dengan kondisi ini, sistem renin-angiotensin tidak diaktifkan.
Kedua, meningkatkan asupan cairan. Kondisi diharapkan akan mengganti cairan yang keluar. Dehidrasi bisa dicegah, hipovolemik tidak terjadi. Seperti di atas aktivasi sistem renin-angiotensin tidak terjadi. Selain tujuannya sama dengan di atas, peningkatan asupan cairan akan menurunkan kadar glukosa lewat mekanisme hemodilusi.
Hemodilusi atau pengenceran konsentrasi glukosa darah menjaga kadar glukosa tetap rendah. Hal ini akan merangsang pelepasan glukagon. Ingat, saya sudah seringkali menyampaikan pentingnya glukagon dalam proses autofagi. Bahkan jika anda masih ingat status² awal saya, Profesor de Duve menyebut proses autofagi lisosom sebagai “autofagi yang diinduksi glukagon”. Jadi bukan semata puasa ya.
Dengan lepasnya glukagon mempengaruhi tidak hanya lisosom tapi juga peroksisom. Peroksisom akan melakukan proses glukoneogenesi, atau pembentukan glukosa dari jaringan lemak dan glikogenolisis dari jaringan otot. Pemecahan jaringan lemak ini tidak menggunakan enzim hidrolase seperti halnya lisosom, melainkan peroksida. Peroksida diakhir proses akan dipecah menjadi air dan oksigen. Jika tidak, peroksida yang masuk peredaran darah akan sangat berbahaya.
Hasil dari glukoneogenesis ini akan meningkatkan kembali kadar glukosa darah. Kondisi hiperglikemi ini sama dengan sebelumnya akan memicu peningkatan aliran darah ke ginjal. Terjadi peningkatan pembentukan urin lagi. Akhirnya memicu kembali sistem renin angiotensin. Renin angiotensin meningkatkan tekanan darah.
Dari paparan di atas terlihat erat hubungan hipertensi dan hiperglikemi. Berkaitan dengan mekanisme autofagi. Sehingga dalam penanganan awal tanpa komplikasi yang terpenting adalah keseimbangan cairan. Sahabat harus tahu kapan sebaiknya minum dan kapan asupan cairan harus dibatasi.
Salam, semoga menjadi inspirasi hidup sehat.
Ditulis oleh: dr. Dikdik Kodarusman
Referensi: Hipertensi
Tags: