Kembali Ke Jakarta Ketika Covid
Libur Idul Fitri Sudah Selesai
Setelah 2 bulan dirumah akhirnya harus kembali ke Jakarta, karena masih Covid tentu sangat ribet beberapa persyaratan untuk naik kereta api. Aku akhirnya naik bus. Di masa masih beredarnya berita ada banyak pembatasan wilayah untuk orang dari luar kota, tentu aku juga khawatir jika nanti tidak sampai ke Jakarta. Tetapi semua itu tidak seperti yang aku pikirkan, aku selamat sampai Jakarta.
Kondisi Mulai Membaik
Beberapa bulan kemudian kondisi sudah perlahan membaik, akhirnya beberapa kamar kos yang sebelumnya kosong mulai terisi. Kemudian salah satu teman kerjaku minta untuk ngekos bareng karena dia dapat kerjaan di sekitar daerah Jakarta Utara. Tentu dengan senang hati aku meng iyakan karena aku juga lumayan menghemat biaya sewa ketika 2 orang. Kondisi itu berjalan sekitar beberapa bulan karena temanku lebih cepat habis kontrak, lalu dia memutuskan pulang kampung. Aku kembali sendirian sekitar beberapa bulan.
Salah satu teman ku yang rumahnya lumayan dekat denganku, dia ngekos sendirian di Sunter. Jadi aku memintanya untuk kos bareng karena tempat kerjanya sama. Lalu beberapa bulan aku dan temanku ini memutuskan pindah dari tempat ini karena menemukan yang lebih bagus. Alasan pertama pindah tentu di kosan ini ketika banjir airnya sampai ke paha tetapi untung kamarku di lantai atas. Aku berpamitan dengan ibu kos sekalian bayar sewa.
Pindah Kos
Di tempat kos yang baru aku sangat suka, karena rumahnya tepat di depannya yaitu Masjid. Bahkan di radius 200meter juga ada Masjid besar lagi. Aku sangat betah di tempat baru karena tempatnya luas dan nyaman. Aku mungkin tidak terlalu lama di tempat kos yang baru, karena masa kontrak ku sudah habis di kala itu usiaku sudah 23 tahun.
Masa Kontrak Sudah Habis
Diusiaku yang sudah 23 tahun, aku mungkin banyak belajar di tempat kerja yang kedua ini. Aku melihat beberapa teman-temanku bisa kuliah di malam hari dan kerja di siang hari. Aku mulai menyadari pentingnya kuliah bagi dunia kerja, aku ingin kuliah namun uangku pas-pasan. Aku memiliki banyak keahlian karena aku bekerja di bagian proyek. Aku mengerjakan pengelasan, penghitungan barang dll. Tetapi keahlianku tidak memiliki setifikat yang bisa mempetahankan keberadaanku.
Pulang Ke Kampung Halaman
Setelah masa kerjaku habis, aku mengunjungi tetanggaku yang ada di Cibubur. Lalu aku di tawarin pekerjaan di Jakarta Selatan, tetapi aku tidak tau apa pekerjaannya. Karena waktu masih sekitar 3 mingguan , aku memutuskan untuk pulang ke Bojonegoro dan masih meninggalkan beberapa baju di Jakarta. Waktu itu aku sudah beli komputer untuk belajar jadi programmera sekitar 2 bulan sebelum masa kerjaku habis. Jadi ketika berangkat ke stasiun aku cuma membawa tas dan komputer saja.
Selama berhari-hari di rumah dengan orang tua, aku mulai tertarik kerja dengan sistem remote. Lalu aku menghubugi tetanggaku yang sebelumnya menawarkan pekerjaan, bahwa aku tidak kembali ke-jakarta karena ingin kerja di rumah dekat orang tua. Sebenarnya alasannya tidak hanya itu saja , aku hanya tidak ingin merepotkan orang lain karena diriku. Tentu beliau memaklumi keputusanku karena beliau pun sebenarnya berasal dari Bojonegoro juga.
Akhir Cerita
Itulah ceritaku ketika aku di Jakarta. Aku suka hidup di Jakarta karena fasilitas seperti busway, jaklingo, ojek 24 jam, restoran 24 jam dan aktivitas di jalan yang hampir juga 24 jam. Aku juga pernah mengunjungi Mall untuk sekedar beli baju 50rb-an, menonton bioskop XXI walau sekali, makan di restoran walau sekali dan ke ancol walaupun sekali juga.
Tentu tempat pertama kali yang di kunjungi ketika di Jakarta adalah Monas. Mungkin kalau ke monas hampir beberapa kali, tetapi aku sangat suka dengan Masjid Istiqlal. Aku tidak tau ketika berada di Masjid Istiqlal suasananya sejuk dan sangat menyenangkan. Aku pernah beberapa kali sepulang kerja pergi ke Masjid Istiqlal hanya untuk ikut sholat Maghrib dan Isya disana, karena aku tidak punya motor tentu aku naik ojek online karena jaraknya lumayan jauh.
Alhamdulilah Terima kasih Ya Allah, Engkau pernah memberiku kesempatan untuk merasakan hidup di Jakarta.
Tags: