Mengapa Afirmasi Saya Gagal Bagian 2
Seorang guru spiritual mengajarkan kepada murid-muridnya untuk tidak melihat dengan mata dan tidak mendengar dengan telinga. Melihatlah dengan penglihatan dan mendengar dengan pendengaran.
Selintas ucapan itu terdengar sangat filosofis, namun ternyata mengandung kebenaran sains. Mata dan telinga bukanlah alat untuk melihat. Mata dan telinga hanyalah sejenis reseptor atau penerima rangsangan.
Penerima rangsangan tidak hanya mata dan telinga. Banyak sekali bagian tubuh kita yang bergungsi sebagai penerima rangsangan. Di kulit saja, dari mulai ujung kepala hingga kaki banyak sekali reseptor penerima rangsangan.
Selama ini diyakini setiap reseptor hanya peka terhadap rangsang tertentu saja. Misalnya mata, hanya peka terhadap rangsang cahaya. Telinga hanya peka terhadap rangsang suara. Kulit terhadap sentuhan. Dan masih banyak lagi.
Namun hal yang dilupakan, semua rangsangan tersebut pada dasarnya adalah pancaran energi. Tidak ada satupun dari rangsangan tersebut yang tidak mengandung energi. Energi tersebut berbentuk gelombang. Gelombang energi inilah yang ditangkap oleh reseptor tubuh kita.
Reseptor tubuh kita kemudian bereaksi terhadap gelombang energi tersebut. Energi tersebut diantarkan melalui jaringan saraf ke otak kita. Otak merupakan pusat pemrosesan data. Data tersebut berupa gelombang energi. Dengan melalui berbagai proses yang kompleks, setiap gelombang energi tersebut diterjemahkan sebagai sebuah informasi. Informasi tersebut yang akhirnya oleh otak ditetapkan sebagai penglihatan, pendengaran atau apapun.
Cara kerja otak ini sama persis dengan komputer. Namun memiliki kecepatan yang sangat luar biasa. Di dalam komputer pada dasarnya setiap data adalah sinyal listrik. Sinyal listrik dalam kondisi dualisme. Menyala atau mati. Kombinasi menyala atau mati dari sekumpulan sinyal listrik ini diterjemahkan sebagai data. Data ini selanjutnya diterjemahkan sebagai sebuah informasi.
Untuk bisa menterjemahkan sebuah data menjadi sebuah informasi perlu sebuah ketetapan yang disebut bahasa program. Bahasa program menterjemahkan data dari bahasa mesin yang hanya berupa kode biner. Dengan ketetapan yang digunakan dalam bahasa program maka kode biner tersebut kita pahami sebagai sebuah informasi.
Begitu juga dengan otak. Untuk bisa menterjemahkan setiap gelombang listrik memerlukan sebuah bahasa program. Dengan bahasa program yang super canggih ini, setiap gelombang energi diterjemahkan sebagai sebuah informasi.
Bahasa program sejatinya adalah sekumpulan perintah atau instruksi pada otak. Ada beberapa instruksi dasar yang mengatur bagai mana sinyal listrik dihantarkan. Selanjutnya adalagi program untuk menetapkan sekumpulan gelombang energi tersebut sebagai sebuah informasi.
Karena pada dasarnya informasi tersebut terbentuk oleh adanya bahasa program tersebut. Maka dapat dimungkinkan untuk merubah informasi dengan mengubah bahasa programnya. Artinya dengan bahasa program yang tepat bisa jadi reseptor mata menjadi peka terhadap rangsang suara dan sebaliknya reseptor telinga peka terhadap rangsa cahaya.
Hal ini ternyata telah terjadi pada orang-orang tertentu. Dan ini sudah banyak menjadi kajian di berbagai negara. Ada orang-orang tertentu yang mengaku melihat suara ataupun mendengar cahaya. Wow!
Dalam khazanah bela diri di tanah air juga banyak ditemukan para anggotanya yang mampu melihat walau kedua matanya ditutup. Dalam beberapa kasus justru orang yang buta sedari lahir mampu melihat dengan cara ini.
Semuanya tergantung dari program yang tertanam di otaknya. Dan hal ini bisa dirubah. Bisa diinstal ulang.
Ini yang biasa disampaikan dalam kelas-kelas motivasi. Program ulang kesadaran dengan menanamkan berbagai motivasi. Namun adahal yang dilupakan adalah booting. Untuk bisa memulai kembali kerja dengan program baru, perlu dilakukan booting, atau restart. Artinya perlu mematikan sesaat komputernya. Caranya?
Hentikan pasokan energinya! Hentikan asupan glukosa!. Diketahui otak hanya mampu menggunakan glukosa sebagai sumber energi. Hal ini berbeda dengan jaringan lain yang mampu menggunakan sumber energi lain berupa lemak dan protein.
Penghentian glukosa tentu saja bukan mematikan otak selamanya. Karena otak merespons dengan melakukan efisiensi. Melakukan reformasi sistem kerja jaringan. Sahabat tidak perlu takut otaknya kehilangan fungsi berfikir. Jaringan otak yang memiliki fungsi berfikir hanya 20 persen. Selebihnya merupakan sel glia, pendukung otak. Jadi masih banyak cadangan energinya
Salam, semoga menjadi inspirasi hidup sehat.
Ditulis oleh: dr. Dikdik Kodarusman
Referensi: Mengapa Afirmasi Saya Gagal
Tags: